Tuesday, 27 June 2017

Indonesia memiliki Green Canyon yang begitu eksotis, hamparan lembah, jurang tebing bebatuan yang masih asli diselimuti asrinya pepohonan, rumput, dan lumut hijau yang menempel di bebatuan dan tanah. Bukit batu terjal menjulang tinggi, menjadikan dinding kokoh mengapit hamaparan aliran air sungai. Air terjun dan gemercik air menetes berjatuhan dari urat-urat batu yang banyak menonjol ditebing batu goa. Nama Green Canyon sendiri dipopulerkan oleh seorang warga Perancis tahun 1993. Sedangkan orang setempat menyebutnya Cukang Taneuh yang memiliki arti Jembatan Tanah, yang menghubungkan dua bukit, untuk melintas para petani setempat menuju kebunnya.

Green Canyon berlokasi di Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Dari Dermaga sendiri berjarak 3 km, dari Pantai Indah Pangandaran berjarak sekitar 31 km, dari perkotaan Ciamis berjarak sekitar 130 km, dari kota Bandung berjarak 241 km, dari Jakarta berjarak 397 km dan dari Jogja berjarak 385 km.

Objek Wisata yang atmosfernya terasa sejuk, tenang, indah dan mengagumkan ini adalah merupakan alam yang masih tradisional, terjaga kealamiannya, dan aliran air dari sungai Cijulang yang melintas menembus Goa dengan pesona kecantikan alam sekitarnya.

Untuk menuju Lokasi Green Canyon, pengunjung, di Dermaga Ciseureuh wajib transaksi tiket dengan biaya Rp. 75.000 per-satu perahu untuk maksimal ditunggangi 5 orang wisatawan dan 2 orang awak perahu yang dilengkapi pelampung sejumlah penumpangnya. Area dermaga ini, bagian daratanya ditata desain begitu alami, sengaja diperuntukan, guna para pengunjung bisa bersantai ria menikmati alam sekitarnya sambil menunggu antrian perahu dari yang tersedia kurang lebih 100 perahu. Hamparan air bisa dilihat begitu tenang dan nyaman. Lebar sungainya sendiri berkisar 100 meter.

Perjalanan dari dermaga menuju lokasi Green Canyon yang berjarak 3 km ini bisa ditempuh dalam waktu 30 45 menit dengan manaiki perahu yang dilengkapi mesin perahu dengan dibantu kayuhan. Wisatawan dalam sepanjang perjalanan akan melewati sungai dengan air berwarna hijau tosca dengan kedalaman sungai 7 meter. Sedangkan di Green Canyon sendiri bisa sampai 4 meter. Suguhan pemandangan alam pada kiri dan kanan sungai akan langsung terasa indahnya pesona mata memandang yang tidak bosan-bosanya menikmati lukisan alam ini. Riakan air, keheningan sunyinya alam, suara angin yang meniup pepohonan, hijaunya daun pada rimbunnya pepohonan, kicauan burung alam, binatang biawak, penduduk setempat lagi memancing, menjala ikan, tepian sungai yang dihiasi batu berlobang, sungguh nikmatnya dipandang, apalagi sambil diabadikan dengan kamera dan video. Akan sangat bermanfaat sekali dikemudian hari.

Setelah menghabiskan waktu tempuh 30 menit, langsung disuguhi area sungai begitu luas, dan kemudian perahu wisatawan langsung menuju ke arah mulut area Green Canyon. Namun disini, sungai dimulut arah Green Canyon ini sangat sempit, hanya bisa dilalui oleh per-satu arah perahu. Untuk perjalanan bolak balik perahu, hanya bisa saling bergantian melewatinya. Kepandaian pengemudi perahu betul-betul diuji disini, harus mengerahkan seluruh keahliannya, lengah sedikit langsung terkoyak batu terjal karena lebarnya cadik perahu dan sempitnya luas sungai, derasnya aliran air, dan lika-liku belokan aliran sungai. Tikungan demi tikungan harus bisa dilalui. Dalam pengaturan lalu-lintas perahu ini sudah ditugaskan pengatur sandi rambu lalu-lintas, ini dikerjakan secara manual. Seorang petugas berdiri diatas batu besar dan memegang rambu lalulintas yang terbuat dari triplek yang di cat warna merah dan warna hijau disebelah balikannya, ini bisa langsung kelihatan dari kejauhan.

Dari mulai mulut Green Canyon ini, keindahan alam akan tambah sungguh mengagumkan bagi semua wisatawan yang melihatnya. Kiri kanan sungai langsung disuguhi bukit batu tebing kokoh dan terjal. Mirip sebuah goa, namun tidak beratap, alias tebing terbuka.

Kemudian masuk ke arah dalamnya setelah melewati tantangan dari sempitnya perjalanan sungai yang sedikit jeram dipenuhi batu besar yang dilewati oleh perahu. Semua perahu diparkir di sungai goa. Dibagian goa ini agak sedikit gelap, karena telah tiba disebuah Green Canyon yang memiliki stalaktit dan stalakmit unik. Dinding sungai yang terbuat alami oleh alam, penuh diselimuti rumput dan lumut hijau yang menempel pada batu dan tanah. Sungguh eksotis, pemandangan yang luar biasa. Tetesan air dari celah tanah dan dari tonjolan urat-urat batu berjatuhan banyak seperti air hujan. Cekungan batu dan cekungan tanah begitu indah, yang telah terbuat oleh alam dan lamanya waktu. Dinding yang terjal kiri kanan dari sungai ini, dibagian tebing atasnya dihubungkan oleh kokohnya batu alami tanpa adanya sentuhan tangan manusia, asli terbut oleh alam. Mirip sebuah jembatan. Dibagian atas jembatan batu ini, terhampar tanah dengan lebar kurang lebih 20 meter menyeliputinya, dipenuhi pepohonan dan rumput liar. Cukang Taneuh (Jembatan Tanah) inilah yang dinamakan Green Canyon. Jembatan ini menghubungkan Desa Batukaras dan Desa Kertajaya. Jembatan tanah ini bisa dilalui oleh para petani setempat untuk menuju perkebunannya, bertani.

Dari mulut goa ini, petualangan menjelajah pesona objek wisata, dilanjutkan dengan cara berenang untuk menuju arah berikutnya. Untuk menjaga keamanan, rompi pelampung yang tersedia diperahu, bisa dipakai. Sepanjang perjalanan renang ini, wisawan akan disuguhi dengan cekungan dinding yang terjal di kanan kiri aliran sungai, melewati stalaktik-stalaktit yang dialiri tetesan air tanah. Jika sudah mencapai beberatus meter berenang, akan disuguhi bebrapa air tejun kecil di bagian kiri kanan yang begitu menawan. Bila berang terus, wisatawan akan sampai pada ujung jalan, yang terdapat goa yang dihuni banyak burung kelelawar.

Eksotika alam Green Canyon ini, sungguh sangat menawan, indah, luar biasa, dan menakjubkan. Wajib untuk dipertahankan, dipelihara, dan dilindungi alam ketradisionalannya dan kealamiannya. Karena hal inilah yang menjadi daya magnet para wisatawan mau mengunjungi ke lokasi Green Canyon ini. Dengan terbukti, baik touris mancanegara maupun wisatawan lokal antri berbondong-bondong menyambangi lokasi Green Canyon ini. (mh)

Gerbang Green Canyon

Transaksi tiket

Area dermaga

Wisatawan mancanegara, menyambangi Green Canyon. Menaiki perahu untuk menuju lokasi.

Suasana sungai dan alam lingkungan sekitarnya, arah menuju lokasi Green Canyon

Pengaturan sandi rambu lalu-lintas perahu dikerjakan secara manual oleh seorang petugas dari atas batu besar.

Suasana arah menuju mulut goa Green Canyon, lingkungan asri dan terjal

Cukang Taneuh (Jembatan Tanah) sudah mulai terlihat. Dibawah jembatan terdapat lorong menyerupai goa.

Lumut dan pepohonan hijau, menghiasi area Cukang Taneuh (Green Canyon)

Perahu diparkir di area bawah Cukang Taneuh

Batu cadas besar, sebagai batas ahir perjalanan perahu. Wisatawan mulai menikmati dalam petualangannya.

Di area Cukang Taneuh ini, para wisatawan mulai menikmati untuk berpetuangan, ada yang bertujuan melanjutkan untuk sampai ke hulu sungai dengan cara berenang, dan ada yang hanya sampai area Cukang Taneuh ini, sengaja menikmati eksotika alamnya. Tampak dalam gambar ini, di atas terowongan yang berupa goa ini, adalah yang dinamakan Cukang Taneuh / Jembatan Tanah / Green Canyon.

Wisatawan mulai berenang. Dinding sungai ini adalah batu terjal.

Suasana Green Canyon. Sungai ini diapit oleh dua bukit desa Kertajaya dan desa Batukaras. Tampak batu tebing menjulang tinggi. Dari sini wisatawan melanjutkan petualangan dengan cara berenang.

Suasana eksotika alam Green Canyon.

Panjat tebing

Pesona Green Canyon

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner